Perbedaan White Hat SEO dan Black Hat SEO

Jika kita mulai mengenal SEO maka kita juga akan mengenal 2 metode atau strategi SEO untuk meningkatkan visibilitas website di search engine yaitu white hat SEO dan black hat SEO. Namun perlu dipahami bahwa tidak semua metode optimasi SEO itu baik untuk website dalam jangka panjang, bahkan beberapa strategi SEO bisa membawa efek negatif terhadap website kita.

Sebagai langkah pencegahan dari kesalahan menerapkan strategi SEO maka kita harus terlebih dahulu mengenal dan memahami apa itu white hat SEO dan black hat SEO. Kedua istilah ini bermula dari sebuah film barat tahun 1920an dimana seorang pahlawan seringkali digambarkan menggunakan topi putih dan penjahatnya menggunakan topi hitam. Dua istilah ini kemudian diadopsi oleh beberapa bidang seperti dunia cyber dan juga SEO untuk memisahkan teknik pengguna yang mematuhi aturan dan yang mengakali atau melanggar aturan.

Apa itu White Hat SEO

White hat SEO bisa diartikan sebagai segala jenis teknik optimasi yang sesuai dengan aturan dan panduan yang ditetapkan oleh search engine seperti google misalnya.

Google memiliki panduan SEO tersendiri yang disitu dijelaskan secara detail bagaimana seharusnya seorang blogger mengoptimasi blog atau websitenya agar mendapatkan perhatian yang maksimal dari Google.

Dari penjelasan Google melalui panduannya bisa kita ambil beberapa kesimpulan terkait kriteria utama sebuah teknik optimasi tergolong white hat SEO.

Tidak Melanggar Aturan Search Engine

Ini adalah kriteria paling utama dan yang sudah jelas dan pasti. Karena sebagaimana dijelaskan di atas bahwa white hat SEO mengacu pada praktek yang sesuai aturan etis, maka teknik ini tidak melanggar aturan tersebut.

Google dan Bing sebagai searc engine paling populer di dunia memiliki halaman panduan webmaster yang menjelaskan apa saja praktek yang melanggar aturan mereka seperti spam dan sebagainya.

Intinya adalah praktek yang dilarang merupakan praktek yang bertujuan untuk memanipulasi rangking pencarian atau praktek lain yang dapat merugikan pengguna.

Berfokus pada Pengguna

Pada prinsipnya, search engine menginginkan setiap halaman web atau blog yang disajikan pada hasil pencarian adalah halaman atau artikel yang bermanfaat dan relevan atau sesuai dengan apa yang pengguna cari atau butuhkan.

Teknik white hat SEO adalah teknik optimasi yang dapat membantu kebutuhan tersebut dengan menyajikan artikel yang berkualitas dan orisinil juga meningkatkan tampilan website sehingga pengguna merasa nyaman dan mudah dalam memahami isi blog tersebut.

Membantu Search Engine dalam Menemukan dan Memahami Website

Selain mengedepankan kenyamanan pengguna, white hat SEO juga merupakan teknik yang membantu search engine untuk lebih mudah menemukan sebuah website yang dicari oleh pengguna. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan beberapa optimasi seperti pembaruan sitemap, pemakaian robot.txt yang benar dan juga teknik optimasi internal link

Contoh White Hat SEO

Berdasarkan kriteria di atas, maka bisa kita temukan banyak sekali teknik yang termasuk white hat SEO. Namun sebagai sedikit gambaran berikut beberapa contoh optimasi yang termasuk white hat SEO:

  • Membuat konten yang mengutamakan kebutuhan pengguna
  • Menggunakan kata kunci yang umum digunakan pengguna dalam pencarian dan menempatkannya pada lokasi yang sesuai seperti pada judul, alt text, maupun link text.
  • Mengoptimasi kecepatan website
  • Menambahkan meta tag pada deskripsi halaman website
  • Mengoptimasi internal link untuk mempermudah search engine bot melakukan crawling
  • Mengoptimasi tampilan halaman web di SERP dengan menambah gambar, video atau struktur data

Apa itu Black Hat SEO

Jika tadi white hat SEO adalah praktek SEO yang sesuai dengan aturan maka Black Hat SEO adalah teknik optimasi SEO yang tujuan utamanya adalah utnuk memanipulasi search engine atau pengguna.

Teknik-teknik yang tergolong blach hat ini cukup populer dan masih banyak digunakan karena masih dipercaya bisa menawarkan hasil yang lebih cepat terutama dalam hal rangking di hasil pencarian search engine.

Tentu hal yang serba instan tersebut memiliki potensi resiko yang cukup besar di kemudian hari. Sebelum kita membahas efek black hat SEO maka perlu dipahami dulu beberapa contoh black hat SEO ini.

Contoh Black Hat SEO

Cloaking

Cloaking adalah sebuah praktek dimana website menampilkan konten yang berbeda dengan URL yang sama. Sebagai contoh pengguna menuliskan kata kunci “belajar cara SEO” kemudian oleh google diarahkan ke URL “www.sebuahblog.com/cara” namun isi URL tersebut adalah tentang kuliner begitu pula ketika yang diketikkan “belajar informatika dan SEO” kembali diarahkan ke URL yang berisi konten kuliner itu tadi. Teknik ini biasanya digunakan untuk memanipulasi rangking pencarian maupun pengguna.

Doorways

Doorways merupakan teknik pembuatan beberapa halaman web yang dioptimasi untuk kata kunci yang mirip hanya untuk mendapatkan rangking dan menignkatkan exposure lewat kata kunci tersebut. Contohnya dengan memiliki beberapa landing page dengan URL dan konten yang sama dan dioptimasid engan kata kunci sama

Hidden Text and Links

Teknik ini dilakukan dengan menyembunyikan cuplikan teks atau tautan pada halaman web untuk memanipulasi rangking pencarian. Di antara contohnya adalah menggunakan warna text yang sama dengan background halaman, menyembunyikan text di balik gambar atau menyembunyikan tautan pada karakter yang sulit dilihat oleh pengguna (misalnya titik atau koma).

Keyword Stuffing

Keyword Stuffing adalah teknik penggunaan kata kunci yang berulang pada halaman web sampai batas tidak wajar sehingga mengganggu pengguna saat mengunjungi web saat membaca isi konten.

Link Spam

Teknik ini mengacu pada seluruh penggunaan tautan baik internal maupun eksternal yang ditujukan hanya untuk memanipulasi rangking pencarian di SERP. Beberapa contoh link spam seperti jual beli backlink dan juga penggunaat program yang yang buat link otomatis pada website.

Misleading Functionality

Hal ini diartikan sebagai teknik dimana pemilik web menawarkan layanan semu dalam sebuah halaman web kepada para pengunjungnya dengan tujuan memanipulasi rangking pencarian.

Sebagai comtoh pemilik website membuat halaman web yang seolah-olah menawarkan layanan mengubah file PDF ke DOC, Namun jika digunakan, pengunjung website malah akan diarahkan ke halaman iklan yang tidak relevan dengan layanan tersebut.

Scraped Content

Scraped content adalah konten website yang diambil dari website lain tanpa adanya modifikasi atau informasi baru yang menghadirkan nilai lebih kepada pembaca.

Salah satu contoh penerapan yang sering dilakukan adalah mempublikasi ulang konten dari website lain hanya dengan sedikit modifikasi kata kunci atau kalimat pada konten tersebut.

Penerapan seperti itu dianggap scraped content oleh Google meskipun sudah ditambahkan tautan menuju sumber konten aslinya.

Spammy Auto Generated Content

Spammy auto generated content merupakan jenis konten yang dihasilkan secara otomatis menggunakan aplikasi ataupun bot komputer hanya untuk mendapatkan rangking pencarian saja. Hal ini tentu berlawanan dengan anjuran Google yang menyarankan untuk mengutamakan pengalaman pengguna dalam pembuatan konten.

Beberapa contoh konten tersebut antara lain konten hasil translate, parafrase menggunakan tool otomatis tanpa adanya peninjauan kembali oleh manusia.

Apa Resiko Menggunakan Black Hat SEO

Penurunan Rangking Pencarian

Konsekuensi pertama yaitu penurunan rangking pencarian yang drastis di SERP akibat pembaruan algoritma search engine.

Seperti diketahui bahwa secara berkala Google melakukan pembaruan algoritmanya yang tentunya semakin memperketat dan menutup celah-celah yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku black hat SEO. Salahsatu contohnya adalah link spam update pada beberapa waktu yang lalu.

Penalti Manual

Pengguna black hat SEO juga berpotensi mendapatkan penalti manual dari search engine.

Bentuk penalti manual ini dapat berupa deindex artikel website atau bahkan banned website utamanya dari hasil pencarian search engine diakibatkan praktek manipulatif menggunakan black hat SEO.

Pilih White Hat SEO atau Black Hat SEO?

Dari seluruh penjabaran di atas dapat kita lihat dan telaah bersama bahwa kedua teknik ini sama-sama dapat meningkatkan visibilitas di search engine.

Namun teknik white hat SEO memakan waktu yang relatif lebih lama karena membutuhkan konsistensi sedangkan black hat SEO bersifat instan. Namun hasilnya berbeda. White hat SEO memiliki rentang waktu optimasi dengan hasil lebih awet karena tidak terpengaruh update algoritma search engine hal ini dikarenakan white hat SEO mengikuti anjuran dan arahan search engine dalam membangun websitenya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top